Al-Itqan Islamic Boarding School

Mencetak generasi muda yang hafal Al qur’an, berakhlak mulia dan memiliki kafa’ah ilmu syar’i serta kepedulian dakwah yang tinggi.

Dasar Pemikiran

Para Salafus Shalih adalah generasi yang nama mereka tercatat dalam lembaran sejarah dengan tinta emas Kegemilangan mereka & karya yang lahir dari tangan mereka adalah hasil didikan konsep dan kurikulum berdasarkan Al Qur’an & As-Sunnah.

Sedemikian rupa mereka dibentuk oleh orang tua dan guru guru mereka agar menjadi orang orang besar dengan membuka perjalanan menuntut ilmu mereka dengan menghafalkan dasar terpenting dari semua petunjuk dan sumber terpenting bagi ilmu pengetahuan yaitu Al Qur’an dan Hadits.

Sekilas Tentang Pesantren
Santri dari berbagai wilayah
0 +
Ustadz - ustadz kompeten
0 +
Luas lahan pesantren
0 m
Alumni
0 +

Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang ). Mengapa tidak pergi dari tiap tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya

QS. At Taubah : 122

Ikhtisar Kurikulum

Ma’had Al Itqan dalam upaya mewujudkan visi dan misinya berupaya mengintegrasikan 3 kurikulum menjadi satu kesatuan:

Kurikulum Tahfizh

Yaitu menghafalkan Al Quran 30 Juz sebagai program utamanya. termasuk didalamnya pelajaran adab yang harus dimiliki setiap santri dalam menuntut ilmu; sebelum' ketika dan sesudah menuntut ilmu. dalam hal ini semua akan bermuara pada tiga ha; Iman sebelum Quran, Adab sebelum ilmu dan ilmu sebelum berkata dan beramal.

Kurikulum Ilmu Syar'i

Pengajaran ilmu syari adalah kurikulum kelas yang terus besinergi dengan kegiatan tahfizh Al Quran. Ada yang diwujudkan dengan kegiatan menghafal matan-matan ilmiyah sebagai kegiatan ekstra diluar kelas. Dan ada yang bersifat kajian terstruktur sebagai kurikulum klasikal yang berjenjang sesuai urutan bab ilmu tersebut.

Kurikulum kepesantrenan

Yaitu mencakup pembelajaran bahasa arab, dengan praktikum, pengajian kitab klasik, pelajaran berorganisasi di internal pesantren, public speaking, kemah pendidikan, kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan seperti pendidikan TPQ/TPA (ta'limul qura) atau pelatihan-pelatihan yang bersifat pengembangan bakat (soft skill) sebagai bekal kehidupan santri yang mandiri dikemudian hari.